PERMAHI Jakarta Dorong Penanganan Kasus Korupsi Secara Objektif dan Akuntabel

LKPPH PERMAHI
LKPPH PERMAHI

Jakarta – Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Jakarta, Nurkharisma, menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurutnya, komitmen pemberantasan korupsi harus terus dikawal agar tercipta tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Nurkharisma menilai bahwa korupsi merupakan persoalan serius yang dapat menghambat pembangunan nasional serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Oleh karena itu, ia mendorong agar seluruh aparat penegak hukum terus bekerja secara profesional, independen, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mendukung langkah pemerintah bersama KPK dalam mengusut setiap dugaan tindak pidana korupsi secara tuntas. Tidak boleh ada ruang bagi praktik korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan kewenangan yang merugikan negara serta masyarakat,” ujar Nurkharisma.

Menurutnya, KPK memiliki peran penting dalam memastikan pemberantasan korupsi berjalan melalui langkah penindakan maupun pencegahan. Ia berharap koordinasi antara KPK dan seluruh lembaga penegak hukum dapat semakin diperkuat sehingga upaya pemberantasan korupsi menjadi lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Nurkharisma juga menegaskan bahwa penanganan setiap perkara korupsi harus dilakukan secara transparan, objektif, dan tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan tertentu. Menurutnya, hukum harus berlaku sama bagi setiap orang tanpa melihat jabatan, kedudukan, maupun latar belakang.

“Penegakan hukum harus mengedepankan prinsip equality before the law. Siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” katanya.

Selain mendukung upaya penindakan, PERMAHI Jakarta juga mendorong penguatan pendidikan antikorupsi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa. Menurut Nurkharisma, pemberantasan korupsi tidak hanya membutuhkan keberanian aparat penegak hukum, tetapi juga budaya integritas dari seluruh elemen bangsa.

“Kami berharap pemerintah dan KPK terus konsisten menjaga semangat pemberantasan korupsi demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, bersih, dan berkeadilan,” tutup Nurkharisma.

Pos terkait